Masuk dan Berkembangnya Kebudayaan Hindu di Indonesia

Indonesia adalah pulau yang terletak di jalur pelayaran antara dunia Barat dan Timur. Indonesia tak dapat menghindari dari pengaruh yang datang dari luar. Pada masa itu pelayaran dan perdagangan di Asia semakin ramai setelah ditemukan rute melalui laut antara Romawi dan Cina. Rute ini mendorong daerah-daerah yang dilalui, termasuk Indonesia. Hal ini didukung dengan pola angina musim yang berubah setiap enam bulan sekali, yang membuat kapal-kapal dagang singgah di Indonesia dalam waktu yang cukup lama. Sejak itu pula terjadilah hubungan dagang antara India, Indonesia, dan Cina.

Agama Hindu berkembang di India sekitar tahun 1500 SM. Agama ini tumbuh bersama masuknya bangsa Arya ke India. Kedatangan bangsa Arya melalui celah Kaiber masuk ke India mendesak keberadaan penduduk India asli, yaitu bangsa Dravida dan bangsa Munda yang terlah lebih dahulu berada di kota-kota Mohenjo Daro (Larkana) dan Harappa (Punjab).

Kitab suci agama Hindu adalah Veda, yang terdiri dari empat bagian :
a. Rig-Veda yang merupakan kitab tertua, ditulis antara 1500-900 SM;
b. Yayur-Veda yang berisi pedoman upacara pengorbanan;
c. Sama-Veda yang berisi pedoman doa-doa dan pujian;
d. Athawarwa-Veda yang merupakan kumpulan mantera-mantera gaib.

Sistem kemasyarakatan dibangun dengan melakkan pembagian masyarakat atas kasta-kasta tertentu. Pembagian kasta-kasta didasarkan pada pembagian tugas atau pekerjaan. Kasta-kasta tersebut adalah:
a. Brahmana, mengurus masalah keagamaan;
b. Ksatria, menjalankan pemerintahan termasuk perahanan Negara;
c. Waisya, berdagang, bertani dan beternak;
d. Sudra, bertugas sebagai pekerja dalam kegiatan pertanian dan peternakan;
e. Paria, gelandangan dan pengemis.

Ada beberapa teori yang masuk dan berkembangnya agama Hindu di Indonesia yaitu:
a. Teori Sudra, dikemukakan oleh van Faber. Berpendapat bahwa orang-orang berkasta Sudra datang ke Indonesia untuk mencari kehidupan yang lebih baik karena di India mereka bekerja sebagai budak.
b. Teori Waisya, dikemukakan oleh N.J. Kroom. Berpendapat bahwa agama dan kebudayaan Hindu dibawa dan disebarkan oleh para pedagang India yang singgah di kota-kota pelabuhan di Indonesia.
c. Teori Ksatria, dikemukakan oleh Van den Bosch. Menurutnya raja-raja India datang ke Indonesia untuk menyerang kelompok-kelompok suku yang ada di Indonesia.
d. Teori Brahmana, dikemukakan oleh J.C. Van Leur. Berpendapat bahwa para Brahmana dating ke Indonesia atas undangan para kepala suku setempat. Kaum Brahmana inilah yang kemudian menyebarluaskan ajaran agama dan budaya India ke Indoensia.

Teori yang paling memungkinkan adalah teori Brahmana. Para Brahmana datang di Indonesia atas undangan para kepala suku. Namun sebagai Negara maritim para pelaut dan pedagang juga memegang peran dalam proses akulturasi kebudayaan ini.

Kerajaan Hindu - Bali

Kerajaan Hindu - Bali


Adapted from erlangga.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s